Beberapa kurun kemudian saksi memanggil korban untuk diajak pulang. Namun tak ada jawaban. Saksi lantas mencari korban. Namun ketemu sudah dalam kondisi terbakar dan tak bernyawa.
"Saksi Astina langsung berteriak warga menghubungi warga sekitar, aparat desa, hingga aparat hukum," tandas Slamet Yuwono.
Korban lantas dievakuasi dan sempat dibawa ke Puskesmas setempat. Namun kemudian meninggal dengan kondisi 50 persen tubuhnya terbakar.
Pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi dan menerima peristiwa tersebut sebagai takdir. Korban lantas dimakamkan di pemakaman umum desa setempat.