NADIKABAR.COM — Pemkot Surabaya mengimbau warga untuk memperbarui data pendidikan di Kartu Keluarga (KK). Sebab, ketidaksesuaian data kependudukan dapat berdampak pada perhitungan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan warga menjadi repot di kemudian hari.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Surabaya Irvan Wahyudrajad mengatakan, masih banyak warga yang sudah lulus kuliah, tapi status pendidikan di KK-nya masih tertulis SMA, SMP, bahkan SD.

"Banyak yang sudah lulus sarjana tapi masih belum update di KK-nya. Ada yang masih SD, SMP, SMA. Ini tentu berpengaruh terhadap IPM," kata Irvan, Jumat (4/9/2026).

Irvan menilai, pembaruan data sangat krusial, terlebih pemerintah pusat kini sedang gencar membangun integrasi data nasional. Ke depan, NIK bakal menjadi single identity number yang dipakai di seluruh sektor publik.