NADIKABAR.COM — Kasus dugaan pungutan liar (pungli) pengurusan surat keterangan pengeluaran barang bukti kecelakaan di Satlantas Colombo Surabaya viral di media sosial. Setelah kiriman itu viral menarik perhatian publik, pemilik akun tersebut, Kristiani mengaku sempat dihubungi seseorang yang mengaku sebagai atasan penyidik.

Kristiani mengaku langsung ditelepon oleh seseorang yang mengeklaim sebagai atasan dari oknum penyidik di Satlantas Colombo. Dalam percakapan telepon itu, sosok yang mengaku atasan tersebut meminta agar Kristiani bersedia mengarsipkan atau menghapus sementara unggahannya karena dinilai menyudutkan institusi kepolisian.

"Orang yang mengaku sebagai atasan tersebut menawarkan agar saya datang ke Colombo untuk dibantu menyelesaikan masalah ini dan meminta agar postingan tersebut diarsipkan dahulu karena dinilai menimbulkan kegaduhan dan menyudutkan pihak mereka. Tetapi saya menolak kedua permintaan tersebut," ujarnya kepada NadiKabar, Kamis (27/8).

Tak hanya ditelepon atasan, Kristiani juga menuturkan sempat ada tawaran awal dari pihak sana untuk mengantarkan kembali kendaraan yang ditahan di Polsek Dukuh Pakis sekaligus mengembalikan uang Rp 1 juta yang telah ia transfer. Namun, tawaran pengembalian itu mendadak batal setelah telepon dari sosok yang mengaku atasan tersebut masuk.

"Tadinya sempat menawarkan untuk datang mengantarkan kendaraan dan mengembalikan uang, namun setelah seseorang yang mengaku sebagai atasannya menghubungi saya sepertinya tidak jadi datang," katanya.

Kristiani menegaskan kendaraannya hingga kini masih tertahan dan ia berencana mengurus sendiri pengambilannya langsung ke Polsek Dukuh Pakis.