Menurut dia, kebakaran besar tersebut bukan merupakan kejadian pertama yang terjadi di wilayahnya. Sebelumnya, kebakaran dengan skala lebih kecil pernah terjadi sebanyak tiga kali.

Namun, kebakaran kali ini menyebabkan kerugian lebih besar karena warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang milik mereka.

Santoso mengaku sudah menempati kawasan tersebut sejak 1965.

Seperti diketahui, sebanyak 24 unit mobil pemadam kebakaran beserta 128 personel dikerahkan untuk memadamkan api yang membakar sekitar 18 rumah tinggal dan empat tempat usaha di atas lahan seluas 1.205 meter persegi itu pada Selasa (22/9) malam.

Penyebab kebakaran itu diduga akibat korsleting listrik di salah satu rumah.