Meski belum ada partisipan yang menyentuh stadium akhir (stadium 4), tingginya angka pengidap CKM pada kelompok muda dipicu oleh skor pola makan dan aktivitas fisik yang tergolong buruk. Peneliti mengukur risiko ini menggunakan indikator 'Life's Essential 8', yang mencakup kualitas diet, olahraga, tidur, paparan rokok/nikotin, indeks massa tubuh, hingga tekanan darah.

Pakar jantung dari Northwestern University, Nilay Shah, mengingatkan bahwa tren ini tidak boleh dianggap sepele oleh kelompok usia produktif maupun remaja.

"Banyak komponen CKM yang kini mulai menggerogoti masyarakat pada usia yang makin muda," tegas Shah.

Meski begitu, para ahli menekankan bahwa diagnosis awal CKM bukan berarti masa depan kesehatan anak muda sudah dipastikan memburuk. Perkembangan sindrom ini bersifat reversible, atau masih bisa diputarbalikkan melalui intervensi gaya hidup sehat, perbaikan pola makan, peningkatan olahraga, hingga bantuan medis yang tepat sejak dini.