NADIKABAR.COM — Ketua Panitia Hari Jantung Sedunia 2026 dr. Rizky Aulia Fanani, Sp.JP, Subsp. Ar. (K) mengingatkan masyarakat, khususnya kalangan usia produktif, agar mewaspadai fenomena "mendadak atlet" seiring meningkatnya tren olahraga intensitas tinggi tanpa diimbangi pemeriksaan kondisi fisik dan tekanan darah.

Rizky, yang juga dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki), mengatakan antusiasme masyarakat mengikuti tren olahraga seperti lari jarak jauh hingga Hyrox sangat positif, namun kerap tidak dibarengi dengan pemahaman atas batas kemampuan tubuh.

"Banyak yang begitu memakai jersey, langsung merasa menjadi atlet mendadak dan tidak bisa mengukur kemampuan diri sendiri. Olahraga itu yang penting niatnya untuk bergerak, bukan harus selalu berkompetisi," kata Rizky dalam konferensi pers Hari Jantung Sedunia 2026 di Jakarta, Rabu.

Rizky menjelaskan, memaksakan diri berolahraga berat tanpa mengetahui riwayat kesehatan dapat memicu henti jantung mendadak di luar rumah sakit (out-of-hospital cardiac arrest atau OHCA), terutama jika seseorang memiliki faktor risiko tersembunyi seperti hipertensi atau gangguan irama jantung (atrial fibrilasi).