Tyas menyampaikan, operasi pemadaman udara ini sempat terkendala akurasi lokasi. Koordinat awal yang dikirimkan tim darat melalui ponsel sempat bergeser dari lokasi sebenarnya.

"Tadi dicek koordinat yang dikirimkan itu bukan di lokasi yang sebenarnya (titik kurang tepat). Ini lagi menunggu tim darat untuk mengirimkan koordinat yang lebih pasti agar water bombing nantinya bisa lebih presisi sesuai titik," tandasnya.