NADIKABAR.COM — Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) mengadakan pertemuan membahas berbagai isu strategis nasional, seperti stabilitas politik, reformasi hukum, isu Papua, ketahanan energi dan pangan, sebagai dasar nasihat dan pertimbangan yang disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Dalam unggahan resmi dikutip di Jakarta, Rabu, Wantimpres Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) mengadakan rapat di Kantor Wantimpres di Jakarta pada hari ini.

"Rapat Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Dewan Pertimbangan Presiden RI membahas berbagai isu strategis nasional, mulai dari stabilitas politik, reformasi hukum dan pemberantasan korupsi, keamanan siber, penyelesaian persoalan Papua, ketahanan energi dan pangan, hingga dinamika geopolitik global," tulis pernyataan resmi Wantimpres.

Pembahasan itu dilakukan mengingat berbagai tantangan tersebut membutuhkan langkah yang terukur, koordinasi lintas sektor serta kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat.

Wantimpres menyatakan komitmen mereka untuk memberikan nasihat dan pertimbangan yang objektif, kritis serta berbasis data kepada Presiden Prabowo Subianto demi memperkuat stabilitas nasional, menjaga kedaulatan negara dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Rapat itu diikuti anggota Wantimpres/Koordinator Bidang Polhukam Agum Gumelar, Budi Gunawan, Ida Bagus Purwalaksana, Bambang Soesatyo, Anwar Usman, Margarito Kamis, Rocky Gerung, dan Mohamad Hatta.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melantik Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia (Wantimpres), yaitu Pratikno sebagai Ketua dan Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua, serta 24 anggotanya di Istana Negara, Jakarta, pada 2 Oktober 2026.

Pelantikan tersebut berdasarkan Keppres 107 P tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia.