"Jangan segelintir sekelompok orang merasa paling kreatif, kemudian tidak menghargai kreativitas yang lain. Ini tidak boleh ada arogansi seperti ini," sambungnya.
Meski menyayangkan insiden tersebut, Ali memastikan bahwa Pemkot Malang tetap membuka pintu bagi pengembangan potensi anak muda dan mendukung keberlangsungan Festival Mbois 11.
Pemerintah menegaskan sikap tidak akan menghambat iklim kreatif, sembari mengingatkan agar iklim saling menghargai tetap dijunjung tinggi.
"Acara itu beberapa hal kita fasilitasi, kita permudah. Termasuk membantu. Karena ada kreativitas anak muda, ya sudah kita fasilitasi. Cuma ini antar kelompok kreativitas. Saya berpesan itu, saling menghargai karya masing-masing. Kita juga tidak menghalangi setiap event yang menampilkan kreativitas," pungkasnya.
Cat bertulis Malang Menyala Bersama kini telah ditutup warna biru oleh sejumlah orang yang menjadi bagian dari panitia Festival Mbois 11.
Mereka juga memasang banner untuk menegaskan bahwa mural Malang The Glory Land akan dibuat kembali. Selain menyampaikan permintaan maaf terbuka, karena telah menimpa mural sebelumnya ada.