Koster menjelaskan salah satu penyebab terganggunya distribusi BBM adalah keterlambatan kapal pengangkut BBM yang membawa 18 juta liter.

"Kapal tersebut seharusnya bersandar pada Minggu (11/10/2026) pukul 06.30 WITA, tetapi baru dapat bersandar sekitar pukul 22.00 WITA. Keterlambatan itu menyebabkan penyaluran BBM ke depo tidak berjalan sesuai jadwal," katanya.

Menurut Koster, kuota BBM di Bali sebenarnya normal jika tidak ada kendala dalam distribusi. Keterlambatan distribusi sehari mempengaruhi pasokan BBM yang ada di setiap SPBU.

"Ketika penyaluran tertunda selama satu hari, maka akibatnya besoknya itu harus diatasi dua kali," kata dia.

Namun, proses pemulihan tidak dapat dilakukan sekaligus karena jumlah armada mobil tangki dan tenaga kerja yang tersedia tetap terbatas. Karena itu, distribusi BBM kepada SPBU dilakukan secara bertahap.

Koster menegaskan tidak ada pengurangan kuota BBM untuk Bali.