Keresahan serupa turut digaungkan dengan lantang oleh komedian Wendi Cagur yang mengaku kehabisan kata-kata melihat saudara sebangsa di Kalimantan, Sumatra, hingga Papua kesulitan bernapas.
WendiΒ mendesak pemerintah daerah maupun pusat untuk tidak sekadar tutup telinga dan menutup mata, seraya mendorong agar insiden ini segera dinaikkan statusnya menjadi bencana nasional.
Personel grup lawak Cagur itu juga menaruh kecurigaan besar bahwa krisis ini dipicu oleh ulah manusia yang sengaja membakar hutan, dan menuntut ganjaran setimpal bagi para pelaku.
"Semoga ini benaran kebakaran ya bukan dibakar. Karena kalau sampai semua berawal dari dibakar semoga yang melakukannya mendapatkan hukuman yang setimpal, paling enggak kalau enggak di sini [dihukum] di atas," kecam Wendi.
Ia pun tak lupa memompa semangat publik untuk terus merawat isu ini dan bersuara di media sosial sampai penanganan bencana karhutla benar-benar tuntas.
"Buat teman-teman yang lain jangan berhenti bersuara yah. Minimal sampai bencana ini benaran selesai ditangani. Fighting!!!" tulisnya dalam unggahan terpisah.
Di sisi lain, Dennis Adishwara memilih langkah turun langsung menyuarakan aspirasi penolakan karhutla di jalanan yang menjadi salah satu tuntutan dalam aksi menyoroti kinerja dua tahun pemerintahan Prabowo dan Gibran.
Bintang film Ada Apa dengan Cinta? itu ikut merapatkan barisan bersama kerumunan mahasiswa dalam aksi demonstrasi massa yang digelar pada 20 Oktober lalu.