NADIKABAR.COM — Penyedia platform pesan instan WhatsApp berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital serta beberapa organisasi masyarakat menghadirkan kelas pengasuhan digital bagi para orang tua guna mendukung upaya pendampingan dan pemantauan remaja di ruang digital.

VP Business Operations and External Affairs WhatsApp Victoria Grand dalam keterangan pers perusahaan yang diterima di Jakarta, Jumat, menyampaikan bahwa kelas pengasuhan digital mencakup pengenalan fitur kontrol orang tua di platform WhatsApp, yang dihadirkan untuk memudahkan orang tua mendampingi dan memantau remaja saat mengeksplorasi ruang digital.

"Kami ingin memastikan para orang tua mengetahui keberadaan fitur-fitur ini dan memahami cara menggunakannya. Karena itulah, kami meluncurkan fitur ini bersamaan dengan program edukasi atau pelatihan yang bekerja sama dengan mitra-mitra yang sudah dipercaya oleh para orang tua di Indonesia," katanya.

Kelas pengasuhan digital bagi orang tua dijadwalkan berlangsung dari Oktober hingga Desember 2026 di Jakarta, Padang, dan Cirebon dengan target dapat menjangkau sekitar 179.000 orang tua.

Pengembangan perangkat pembelajaran untuk kelas pengasuhan digital yang mencakup modul, buku saku, video edukasi, dan permainan edukatif melibatkan Meta, WhatsApp, ICT Watch, Keluarga Kita, serta Kementerian Komunikasi dan Digital.

Perangkat pembelajaran untuk orang tua meliputi materi mengenai interaksi di ruang digital, konten digital, kecanduan, dan kesehatan mental.

Program edukasi WhatsApp mencakup pelatihan bagi para pelatih serta sesi pendampingan lanjutan yang dipandu oleh para Parent Champions atau orang tua penggerak.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengapresiasi kolaborasi WhatsApp, ICT Watch, dan Keluarga Kita dalam menyelenggarakan kelas pengasuhan digital.

"Pendampingan dan literasi digital perlu terus diperkuat agar anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga warga digital yang tangguh, beretika, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk masa depan yang lebih baik," katanya.

Direktur Eksekutif ICT Watch Indriyatno Banyumurti mengatakan bahwa modul pembelajaran untuk kelas pengasuhan digital berfokus pada praktik agar para orang tua dapat menerapkan apa yang sudah dipelajari.

Ia juga menyampaikan pentingnya kerja sama yang melibatkan regulator, platform, dan keluarga dalam upaya pelindungan anak dan remaja di ruang digital.

WhatsApp menghadirkan fitur kontrol orang tua di platformnya. Fitur opsional ini memungkinkan orang tua mengelola pengaturan dan batasan penggunaan WhatsApp bagi anak remaja mereka tanpa harus mengakses atau membaca percakapan pribadi mereka.

Fitur kontrol orang tua mencakup pengaturan privasi, termasuk penentuan siapa yang dapat menambahkan remaja ke dalam grup, serta pengaturan Notifikasi aktivitas grup dan Saluran WhatsApp yang diikuti remaja.

Selain itu, ada Pengaturan Saluran yang memungkinkan penentuan Saluran mana yang dapat diikuti oleh remaja dan apakah remaja dapat membuat Saluran sendiri, Pengaturan Visibilitas Status, serta pembatasan interaksi dengan Meta AI.

Orang tua dapat memanfaatkan fitur kontrol orang tua ini bersifat opsional dan dapat disesuaikan. Dengan demikian, orang tua dapat melakukan pendampingan sesuai dengan kebutuhan keluarga masing-masing, sementara remaja tetap memiliki ruang untuk menjaga keamanan dan privasi mereka sendiri.