"Sembilan fasilitas atau aset medis kini rusak atau tidak dapat beroperasi, dan sebagian besar berada di dekat wilayah Taiz, Lahij, dan Al Hudaydah," katanya.

Heinzelmann menyebutkan bahwa dari dana sembilan juta dolar AS (sekitar Rp161 miliar) yang dibutuhkan WHO untuk upaya penanganan, baru dua juta dolar AS (sekitar Rp35,9 miliar) yang telah diterima.

Situasi di Yaman bergejolak pada pertengahan Juli setelah pasukan pro-pemerintah menyerang Bandar Udara Sanaa saat sebuah pesawat dari Iran yang membawa delegasi pemimpin Houthi sedang mendarat.