NADIKABAR.COM — Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengatakan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) akan hadir di Sekolah Rakyat untuk membantu konseling teman sebaya guna menjaga kesehatan mental siswa.
"Hari ini memang saya sengaja (meninjau Sekolah Rakyat), saya perlu mengetahui ada beberapa hal yang mesti kita sinergikan dan saya juga sudah izin kepada Menteri Sosial bahwa ada program kita namanya PIK-R, dan saya minta untuk masuk ke seluruh Sekolah Rakyat di Indonesia," katanya di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 11 Bandung Barat, Rabu.
Mendukbangga juga menekankan pesan penting dari Presiden Prabowo Subianto terkait Sekolah Rakyat untuk memberikan ruang bagi anak-anak untuk bersekolah tanpa harus merasa terbebani.
"Pelajaran yang sulit tidak perlu ditakuti, yang penting anak-anak tetap semangat, rajin belajar, dan berdoa," ujar dia saat berdialog dengan siswa.
Wihaji juga menyempatkan untuk mengecek kondisi asrama siswa dan memastikan agar mereka mendapatkan fasilitas yang aman, nyaman, dan bersih, salah satunya terkait kesehatan reproduksi, serta mengedukasi terkait kesehatan mental pada remaja.
"25 persen remaja kita mengalami permasalahan mental, oleh karena itu, PIK-R menjadi salah satu solusi, selain itu, juga perlu pengawasan untuk mengurangi scrolling media sosial," paparnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SRMP 11 Bandung Barat Neneng Nurjanah mengemukakan, SRMP 11 Bandung Barat memiliki sekitar 87 siswa yang berasal dari 16 kecamatan di sekitar Kabupaten Bandung Barat.
"Kehadiran Bapak Menteri menjadi motivasi bagi keluarga besar SRMP 11 Bandung Barat untuk terus menghadirkan pendidikan berkualitas, membangun generasi berkarakter, dan mewujudkan masa depan anak bangsa yang lebih baik," ucap Neneng.
Pada kesempatan tersebut, Wihaji juga memberikan bantuan perbaikan rumah pada dua anak SRMP 11 Bandung Barat, yakni Risma, siswi kelas 8 yang masih tinggal bersama sang nenek dan kedua orang tuanya dalam satu rumah di Kampung Bojongsuren, Kecamatan Padalarang. Risma adalah anak kedua dari lima bersaudara.
Selain Risma, bantuan rumah juga diberikan pada Raisa Putri yang duduk di kelas 8, rumahnya sempat menjadi tempat pemilahan sampah, dan kini ia tinggal hanya bersama ayahnya.