Pengendalian mencakup verifikasi data geoteknik, pemilihan metode konstruksi, pemantauan deformasi dan elevasi, pengaturan lalu lintas selama pekerjaan, hingga pemeriksaan mutu pada akurasi titik, pembesian, sambungan, pengecoran, dan hasil pengujian beton.
Pembangunan proyek juga membuka peluang keterlibatan tenaga kerja, pemasok, dan pelaku usaha lokal di Magelang yang memenuhi persyaratan kompetensi, mutu, keselamatan, dan ketentuan pengadaan. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat di sekitar proyek.
Untuk mendukung efektivitas pelaksanaan, WIKA menerapkan sejumlah inovasi, antara lain pemanfaatan teknologi survei, pengendalian progres berbasis data, optimalisasi penggunaan alat, serta prefabrikasi.
Pengendalian mutu dilakukan sejak tahap perencanaan melalui Inspection and Test Plan (ITP), checklist, dan hold point untuk memastikan pekerjaan sesuai standar serta meminimalkan potensi rework. Material hasil galian juga dimanfaatkan kembali sebagai material timbunan sesuai persyaratan teknis, sehingga dapat meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi mobilisasi alat berat dan emisi yang ditimbulkannya.