Dalam sambutannya, Hananto Aji menyampaikan bahwa proyek ini merupakan kontribusi WIKA dalam menghadirkan infrastruktur yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat sekaligus menunjang kegiatan industri. Ia juga menyebut proyek bisa rampung lebih awal berkat koordinasi yang solid antara WIKA, KPC, dan pemerintah daerah selama pekerjaan berlangsung.

β€œPembangunan Underpass Inul merupakan bentuk kolaborasi untuk menghadirkan akses yang lebih aman bagi pengguna jalan sekaligus menjaga kelancaran operasional pertambangan. WIKA berkomitmen menyelesaikan pekerjaan dengan memperhatikan kualitas dan keselamatan, sehingga infrastruktur ini dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujar Hananto Aji.

Kini warga bisa melintasi jalan nasional tanpa harus bertemu jalur angkutan batu bara. Antrean di persimpangan diharapkan berkurang dan arus orang serta barang di Kutai Timur menjadi lebih lancar, sekaligus menggerakkan ekonomi daerah di Kalimantan Timur.