Ngatemin menyampaikan bahwa Perseroan menetapkan dua fokus sebagai program prioritas, yakni kembali ke inti bisnis (core business) sebagai penyedia jasa konstruksi dan percepatan penyehatan keuangan.

Untuk fokus pertama, WIKA kembali memperkuat bisnis inti sebagai penyedia jasa konstruksi.

WIKA menargetkan penjualan non-JO periode Januari-Desember 2026 senilai Rp13,60 triliun dengan asumsi laba kotor Rp1,25 triliun.