"Jangan hanya melihat keterbatasan anak. Kenali minatnya, temukan potensinya, dan berikan kesempatan agar ia bisa berkembang dengan jalannya sendiri," tutur Wina.
Ia mencontohkan putranya, Sigra, yang sempat mengalami hambatan komunikasi dan tantrum parah, namun kini berhasil menyalurkan emosi serta kemampuannya melalui karya seni lukis setelah bakatnya diasah sejak dini.
Menutup pesannya, Wina mengingatkan orang tua untuk membuang rasa malu terhadap kondisi sang buah hati mereka.
Menurut dia, anak istimewa berhak mendapatkan cinta, penerimaan utuh, serta ruang yang aman di tengah masyarakat untuk mengoptimalkan potensi dirinya.