Ibnu juga menyoroti potensi Benteng Van der Wijck di Gombong untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah. Dia mengusulkan revitalisasi kawasan tersebut agar dapat dikelola sebagai destinasi heritage berstandar internasional.
Menurutnya, pengembangan Benteng Van der Wijck dapat dilakukan dengan memperkuat narasi sejarah melalui kerja sama dengan jaringan internasional, termasuk di Leiden, Belanda. Kawasan rumah perwira kolonial di sekitar benteng juga diusulkan untuk ditata dan dimanfaatkan sebagai homestay.
Gala Dinner turut dihadiri Bupati Kebumen Lilis Nuryani, jajaran Forkopimda, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Dewan Pakar Geopark Kebumen, panitia Kebumen Travel Mart, pengurus IWAKK Walet Emas, investor dalam dan luar negeri, pelaku UMKM, serta pegiat industri pariwisata.
Sejumlah peserta datang dari berbagai daerah, di antaranya Jakarta, Bandung, dan Banjarmasin. Acara ditutup dengan penyerahan cendera mata dari perwakilan Malaysia Tourism kepada Bupati Kebumen sebagai simbol persahabatan dan dilanjutkan ramah tamah antarpelaku industri pariwisata