"Sebetulnya ini masih tetap ya, cuma memang pengunjung kan tidak bisa ke atas, biasanya kan sampai ke Pos 7, ke Pos 8 ke atas ya. Nah, ini sampai Pos 4, 5 di bawah, nah sampai ke situ," katanya.
Ia menyampaikan adanya fenomena itu tentu bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke TWA Gunung Papandayan dengan memperhatikan keamanan dan keselamatan pengunjung.
"Kita juga nanti sedang mengukur kalau misalkan memang itu tidak efek membahayakan bagi pengunjung, malah jadi salah satu daya tarik untuk wisata, mungkin dengan jarak tertentu," katanya.
Ia menyampaikan sampai saat ini pihaknya masih terus berkoordinasi dengan pengelola wisata dan Badan Geologi terkait batasan kunjungan bagi wisatawan.