NADIKABAR.COM — Wisma MPR RI di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, kembali digunakan setelah menjalani rehabilitasi. Ketua MPR RI Ahmad Muzani meresmikan kembali bangunan tersebut bersama Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti. Wisma MPR RI sebelumnya mengalami kerusakan berat akibat kebakaran dalam aksi unjuk rasa pada Agustus 2025.
Bagi Ibas, pemulihan Wisma MPR RI tidak hanya berkaitan dengan perbaikan fisik bangunan, tetapi juga menjaga nilai sejarah yang melekat di dalamnya.
"Ada sejarah, ada perjuangan, ada pemikiran dari tempat ini yang terus mengawal konstitusi, menjaga kedaulatan rakyat untuk memajukan Indonesia dan menyejahterakan rakyat," ujar Ibas dalam keterangan tertulis, Minggu (27/9/2026).
Ibas berharap Wisma MPR RI di Jawa Barat terus dirawat dan dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan kelembagaan maupun kemasyarakatan.
"Semoga Wisma MPR RI di Jawa Barat ini terus dilestarikan dan digunakan untuk memberikan manfaat demi kemaslahatan bangsa," lanjutnya.
Menurut Ibas, pemulihan Wisma MPR RI penting agar bangunan tersebut kembali dapat digunakan secara optimal. Rehabilitasi dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya dengan mempertahankan bentuk asli bangunan.
"Tempat seperti ini bukan hanya tentang bangunan fisik, tetapi juga tentang sejarah, perjuangan, dan pemikiran yang pernah hadir di dalamnya. Karena itu, menjaga dan memanfaatkannya menjadi bagian dari tanggung jawab kita bersama," tuturnya.
Ibas menilai Wisma MPR RI dapat mendukung berbagai kegiatan kelembagaan MPR, termasuk penyerapan aspirasi masyarakat dan kegiatan kemasyarakatan. Menurut dia, fasilitas negara perlu dimanfaatkan untuk mendukung tugas kelembagaan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Wisma MPR untuk Kegiatan Kelembagaan
Ketua MPR RI Ahmad Muzani berharap berbagai pihak terus berkomunikasi dan berkoordinasi agar Wisma MPR RI dapat dimanfaatkan untuk kegiatan kemasyarakatan, penyerapan aspirasi masyarakat, serta kegiatan yang menunjang kesejahteraan masyarakat.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut menyoroti nilai heritage yang dimiliki Kota Bandung. Menurutnya, Bandung memiliki banyak bangunan bersejarah yang perlu dijaga, termasuk Wisma MPR RI.
Dedi juga menyampaikan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mendorong penggunaan gedung milik pemerintah untuk kegiatan pemerintahan. Pemprov Jabar tidak lagi mengalokasikan anggaran rapat pemerintahan di hotel.
Ibas menegaskan pelestarian bangunan bersejarah perlu berjalan beriringan dengan pemanfaatannya.
"Semoga Wisma MPR RI ini tidak hanya menjadi bagian dari sejarah yang kita jaga, tetapi juga terus menjadi tempat yang memberikan manfaat bagi kemaslahatan bangsa dan masyarakat," pungkas Ibas.