Dalam pemeriksaan, JDB mengakui seluruh perbuatannya. Ia menyebut tindakannya terjadi karena tidak mampu mengendalikan emosi setelah mengalami stres yang dipicu persoalan keluarga.

"Karena stress diakibatkan masalah keluarga, sehingga emosinya tidak terkontrol," sebut Adi.

Polisi menyebut pihak JDB dan korban telah menjalani proses mediasi. Kedua belah pihak kemudian sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan dan memilih jalan damai.