Menariknya, 11 akar tersebut bukan tumbuh secara terpisah. Seluruhnya disebut membentuk satu keluarga ginseng yang terdiri dari lima generasi, mulai dari akar induk hingga keturunannya.
Akar induk atau 'mother root' diperkirakan telah berusia sekitar 100 tahun. Sementara itu, akar keturunannya yang paling muda pun diperkirakan sudah berusia setidaknya 20 tahun.
Jika digabungkan, seluruh akar ginseng tersebut memiliki berat 76 gram. Meski bobotnya relatif ringan, nilainya ditaksir mencapai 120 juta Won atau sekitar Rp1,6 miliar.
Kepala Korean Traditional Simmani Association, Jeong Hyeong-beom, menyebut penemuan tersebut sangat berharga. Pasalnya, ginseng ditemukan setelah kondisi pendakian yang cukup sulit akibat cuaca ekstrem.
"Ini merupakan penemuan berharga yang didapat dalam kondisi pendakian yang sangat sulit, setelah lebih dari tiga bulan hujan deras dan panas yang tidak biasa pada musim panas tahun ini," ujar Jeong Hyeong-beom.