Setiap dukungan yang datang, juga membuat Kevin terus semangat menyelesaikan pendidikannya. Baik itu dukungan dari keluarga terutama orang tuanya, teman-teman, dosen, hingga lingkungan Fakultas Kedokteran Unizar.
"Dukungan tersebut membuat saya merasa lebih percaya diri untuk menjalani setiap proses pendidikan hingga akhirnya dapat menyelesaikannya dengan baik," ungkap Kevin.
Menjadi dokter yang juga penyandang disabilitas, memberikan pengalaman tersendiri bagi Kevin. Berbagai pengalamannya ini menjadi bekal penting untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien nantinya.
Baginya, dokter tidak hanya dituntut memiliki kemampuan medis. Seorang dokter harus mampu memberikan pelayanan dengan empati mengingat setiap pasien punya kondisi dan kebutuhan yang berbeda-beda.
Dengan melihat dan mengingat pengalamannya sebagai penyandang disabilitas, Kevin berharap ia bisa memberikan pelayanan yang manusiawi. Khususnya, kepada pasien yang memiliki keterbatasan atau membutuhkan perhentian khusus.