NADIKABAR.COM — Organisasi konservasi WWF-Indonesia menilai akses dan insentif pasar menjadi kunci agar praktik keberlanjutan sawit di Indonesia terus berkembang sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi produsen, terutama pekebun kecil.

CEO WWF-Indonesia Aditya Bayunanda mengatakan upaya mencapai keberlanjutan membutuhkan investasi sehingga produsen perlu memperoleh imbal balik melalui akses pasar dan peluang memasuki pasar baru.

"Mencapai keberlanjutan membutuhkan upaya dan investasi. Karena itu, kami ingin bekerja sama dengan CPOPC agar upaya keberlanjutan pada komoditas ini dihargai melalui akses pasar dan peluang memasuki pasar baru," kata Aditya di Jakarta, Jumat.

Aditya juga menilai masih terdapat kesenjangan antara kapasitas produksi bersertifikasi dan penerimaan pasar global.

Menurut dia, pengakuan terhadap produsen yang telah menerapkan praktik berkelanjutan penting agar upaya tersebut terus diperluas.

"Tujuan kami selalu memastikan adanya akses pasar dan insentif dari pasar untuk keberlanjutan. Kami berharap melalui kemitraan ini produsen dan pekebun kecil yang benar-benar menerapkan praktik berkelanjutan mendapatkan insentif dan akses tersebut," ujarnya.

Ia mengatakan pencapaian keberlanjutan lebih menantang bagi pekebun kecil sehingga pasar perlu memahami kondisi mereka dan mengakui praktik baik yang telah dijalankan.