Namun, pengacara dokter tersebut mengklaim dirinya sudah memberikan vaksin kepada Xhaka. Tiga tahun setelahnya, Xhaka mengaku mendapatkan sertifikat vaksin itu cuma-cuma.
Dia pun mengakui kesalahannya dan memilih mundur dari timnas Swiss sementara waktu selama proses investigasi berjalan.
"Dalam beberapa hari terakhir, muncul pemberitaan lama terkait persoalan saya ini. Saya ingin membereskannya sendiri," ujar Xhaka di akun instagramnya.
"Terkait vaksin Covid-19, saya pribadi saat itu masih ragu dan berpikir dua kali soal itu. Saya tidak percaya dengan vaksin dan dihantui kekhawatiran serta ketakutan," sambungnya.