NADIKABAR.COM — Presiden China Xi Jinping menegaskan bahwa China dan Amerika Serikat memiliki kapasitas serta tanggung jawab besar untuk mengembangkan dan mengelola kecerdasan artifisial (AI) agar terus bermanfaat bagi umat manusia.
Dia juga menegaskan arti penting kepastian teknologi tersebut, "selalu berada di bawah kendali manusia".
Dalam pernyataannya pada upacara penyambutan di Gedung Putih oleh Presiden AS Donald Trump, Kamis, Xi mengatakan kunjungannya ke AS dimaksudkan untuk "melanjutkan persahabatan" dan "memperluas kerja sama".
Presiden China itu juga menyerukan penguatan komunikasi antara kedua negara.
Xi kemudian berkata bahwa China dan AS harus hidup berdampingan dalam damai dan terlibat dalam kompetisi yang "sehat". Beijing menyambut investasi AS dengan tangan terbuka dan berharap perusahaan China di AS dapat diperlakukan secara adil oleh otoritas setempat.
Dia mendorong militer kedua negara untuk melakukan dialog secara rutin dan memperbaiki mekanisme komunikasi dan pencegahan konflik.
Dalam rangka mendorong hubungan antarmasyarakat, Xi berkata AS dan China patut meningkatkan frekuensi penerbangan langsung ke dua negara. Dia juga menyampaikan rencana mengundang 100.000 pemuda AS belajar ke China dalam lima tahun ke depan.
Pada kesempatan yang sama, dia juga mengumumkan bahwa dua ekor panda dari China, yang dia sebut sebagai "duta persahabatan", akan hadir di Kebun Binatang Atlanta dalam waktu dekat.
Penerjemah: Nabil Ihsan