Saat berbicara kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan AS Air Force One pada Minggu (20/9), Trump mengatakan bahwa: "Saya akan membahas hampir segalanya dengannya (Xi-red)."

Kunjungan Xi ini dilakukan saat perang dagang antara China dan AS terus membara, dengan ancaman konfrontasi militer terkait Taiwan juga membayangi.

Kedua negara mempertahankan semacam gencatan senjata tarif selama hampir satu tahun, namun belum berhasil mencapai kesepakatan permanen.