"Kami berharap perusahaan-perusahaan China diperlakukan secara adil di sini, di AS. Melalui kerja sama, kita dapat memperpanjang daftar kerja sama dan memperpendek daftar persoalan." Baik China maupun AS merupakan negara terdepan dalam bidang kecerdasan buatan (AI), kata Xi, seraya menyatakan bahwa kedua negara memiliki kapabilitas sekaligus tanggung jawab untuk mengembangkan dan mengelola AI demi kebaikan, serta memastikan pengembangan AI senantiasa berada di bawah kendali manusia dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Terkait pemberantasan narkotika dan penegakan hukum, pihak China bersedia memperkuat kerja sama dengan AS, ujar Xi. "Kedua pihak juga dapat menambah penerbangan langsung untuk memfasilitasi perjalanan dan perdagangan dua arah." China dan AS tidak perlu menghindari pembicaraan mengenai persaingan, namun persaingan tersebut haruslah sehat dan tetap dijaga dalam koridor yang wajar, ungkap Xi, seraya menambahkan bahwa persaingan itu sepatutnya berupa upaya untuk saling mengejar kemajuan, bukan pertarungan di mana satu pihak harus menang atau kalah. China dan AS harus memegang teguh prinsip untuk tidak berkonflik maupun berkonfrontasi, ujar Xi. "Kita tentu dapat menemukan jalur yang tepat bagi kedua negara besar kita untuk hidup berdampingan di planet yang sama-sama kita sebut sebagai rumah." Militer China dan AS sepatutnya mempertahankan dialog rutin dan meningkatkan mekanisme komunikasi dan pencegahan krisis, tutur Xi, seraya menambahkan bahwa Jebakan Thucydides dapat diatasi. Xi mengumumkan undangan bagi 100.000 pemuda AS untuk mengunjungi China guna melakukan pertukaran dan menempuh studi dalam lima tahun ke depan.

Xi juga menyatakan bahwa dalam beberapa hari mendatang, sepasang panda akan tiba di rumah baru mereka di Kebun Binatang Atlanta dan bertemu dengan masyarakat AS.