Melalui penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi World Media Summit (WMS) Abdul hakim menyebut ANTARA dan Xinhua menunjukkan minat yang sangat besar untuk membangun wadah komunikasi dan pertukaran antarmedia.

"Tadi juga dijelaskan dalam tur singkat ada tiga jurnalis Kantor Berita Xinhua yang gugur setelah meliput Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 karena insiden pesawat terbang, tapi ada satu jurnalis foto Xinhua yang selamat karena pulang ke China dengan menggunakan kapal laut. Cerita seperti ini menunjukkan kedalaman hubungan kedua negara dan kantor berita yang sudah terjalin lama," ungkap Abdul Hakim.

"World Media Summit" (WMS) sendiri akan mempertemukan hampir 500 delegasi dari sekitar 330 media arus utama, lembaga pemikir, instansi pemerintah, dan organisasi internasional yang berasal dari 112 negara dan wilayah di seluruh dunia.

Terdapat sejumlah topik yang didiskusikan antara lain "AI untuk Semua dan Transformasi Media Global", "Dialog dan Kerja Sama Media untuk Dunia yang Lebih Aman", "Komunikasi Berbasis AI untuk Memperluas Pertukaran Antarperadaban", "AI+ dan Masa Depan Tata Kelola Komunikasi Global" serta "Pendekatan Beijing: Memahami Modernisasi China".

Para delegasi juga akan mengunjungi sejumlah lokasi di Beijing di sela-sela penyelenggaraan konferensi.

KTT WMS pertama kali digagas pada 2009 dan telah menjadi salah satu wadah global penting bagi pertukaran dan kerja sama media tingkat tinggi.