NADIKABAR.COM — Pabrikan otomotif asal China, Xpeng, mulai mengirimkan SUV listrik L03 kepada konsumen di Eropa melalui penyerahan unit pertamanya di Paris, Prancis, guna memperluas cakupan pasar dari perusahaan.

Arena EV pada Jumat melaporkan bahwa penyerahan kendaraan tersebut dilakukan langsung oleh pendiri sekaligus CEO XPeng, He Xiaopeng, pada 13 Oktober. Model yang sama dijadwalkan memasuki pasar Inggris pada November 2026.

L03 menjadi salah satu model penting dalam strategi ekspansi internasional XPeng. Perusahaan sebelumnya menyatakan rencana memasarkan kendaraan tersebut di 64 pasar luar negeri, dengan peluncuran yang dilakukan secara bersamaan di China dan Eropa pada Juli 2026.

Dari sisi teknis, XPeng L03 merupakan SUV bergaya fastback dengan konfigurasi lima penumpang. Kendaraan ini tersedia dalam pilihan penggerak listrik murni serta extended-range electric vehicle (EREV), yang menggunakan mesin bensin sebagai generator untuk menambah jangkauan perjalanan.

Varian listrik murni menawarkan dua pilihan baterai, yakni 58,3 kWh dan 71,2 kWh. Keduanya dipadukan dengan motor listrik belakang bertenaga 180 kW atau sekitar 245 PS.

Versi dengan baterai lebih besar, diklaim mampu menempuh jarak hingga 323 mil atau sekitar 520 kilometer berdasarkan standar WLTP.

Sementara itu, varian penggerak semua roda atau AWD menggunakan dua motor listrik dengan tenaga gabungan 382 hp. Konfigurasi tersebut memungkinkan akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam 4,5 detik.

Pilihan EREV mengandalkan baterai 37,25 kWh dan mesin bensin 1,5 liter sebagai generator. Kombinasi tersebut diklaim menghasilkan jangkauan gabungan sekitar 620 mil atau hampir 998 kilometer.

Untuk pengisian daya, versi listrik murni mendukung pengisian cepat DC hingga 236 kW, dengan pengisian baterai dari 20 menjadi 80 persen sekitar 20 menit dalam kondisi ideal.

XPeng juga menyematkan integrasi Google Maps pada sistem navigasi kendaraan untuk mendukung informasi lalu lintas dan perencanaan perjalanan di pasar internasional.

Meski demikian, ekspansi XPeng di Eropa masih menghadapi tantangan berupa tarif impor, jaringan layanan purnajual, serta penerimaan konsumen terhadap merek kendaraan asal China.