Kemudian, Selasa dini hari, lembaga swadaya masyarakat Taiz Human Rights Center menuding kelompok Houthi melakukan penembakan artileri di kawasan sekitar Rumah Sakit Al-Safwa, sebuah fasilitas swasta di pusat kota Taiz.
Dilaporkan pula sebuah peluru artileri mendarat di dekat rumah sakit hingga menyebabkan kerusakan fisik pada kamar-kamar pasien serta membuat para pasien dan tenaga medis ketakutan.
Di tengah eskalasi konflik tersebut, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyatakan pada Senin malam (12/10) bahwa 216.000 orang telah mengungsi di Yaman sejak Agustus, termasuk lebih dari 172.000 orang dari Taiz.
PBB dan mitra kemanusiaan sejauh ini telah menjangkau sekitar 143.000 orang dengan bantuan darurat, termasuk makanan, perlengkapan kebersihan, dan bantuan tunai, menurut OCHA.
Pada Sabtu (10/10), pihak berwenang Taiz memperingatkan bahwa kelompok Houthi telah memperketat pengepungan terhadap provinsi tersebut, yang mengancam nyawa, keamanan, dan mata pencaharian lebih dari 6 juta penduduk.
Tentara Yaman meluncurkan Operasi "Dawn of Yemen" pada pekan lalu untuk memulihkan lembaga-lembaga negara dan mengakhiri kendali Houthi atas Sanaa.
Perkembangan tersebut merupakan bagian dari eskalasi militer sejak Juli dan menjadi eskalasi terbesar sejak masa tenang setelah gencatan senjata yang dimediasi PBB pada April 2022.