NADIKABAR.COM β€” Aden/Istanbul (NadiKabar) - Pasukan bersenjata Pemerintah Yaman melancarkan sembilan serangan udara, Selasa, terhadap kelompok pejuang dan peralatan militer Houthi di Provinsi Taiz, seiring dengan eskalasi konflik terus berlangsung di negara tersebut.

Pusat Media Poros Militer Taiz menyatakan pesawat tempur milik angkatan bersenjata Yaman melancarkan lima serangan di wilayah Al-Dhabab dan empat serangan lainnya di Distrik Al-Misrakh.

Serangan tersebut menyasar personel dan peralatan militer Houthi, menurut pusat media militer tersebut.

Bentrokan juga masih berlangsung antara pasukan Pemerintah Yaman dan pejuang Houthi di garis depan Al-Shaqab, sebelah selatan Taiz. Pihak militer belum merinci jumlah korban jiwa maupun kerusakan yang terjadi akibat serangan tersebut.

Sementara itu, Senin malam (12/10), Kantor Kementerian Hak Asasi Manusia Yaman di Taiz menyebutkan ada enam warga sipil, termasuk seorang gadis, tewas dan beberapa lainnya terluka akibat penembakan artileri Houthi pada Minggu (11/10) yang menghantam desa-desa padat penduduk di daerah pedesaan Taiz.

Di Taiz, sebanyak 17 warga sipil, termasuk lima perempuan dan enam anak-anak, terluka dan tujuh rumah rusak akibat penembakan artileri oleh kelompok Houthi dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Kantor tersebut tidak menjelaskan jenis atau tingkat keparahan luka-luka tersebut maupun tingkat kerusakan yang terjadi.

Kemudian, Selasa dini hari, lembaga swadaya masyarakat Taiz Human Rights Center menuding kelompok Houthi melakukan penembakan artileri di kawasan sekitar Rumah Sakit Al-Safwa, sebuah fasilitas swasta di pusat kota Taiz.

Dilaporkan pula sebuah peluru artileri mendarat di dekat rumah sakit hingga menyebabkan kerusakan fisik pada kamar-kamar pasien serta membuat para pasien dan tenaga medis ketakutan.

Di tengah eskalasi konflik tersebut, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyatakan pada Senin malam (12/10) bahwa 216.000 orang telah mengungsi di Yaman sejak Agustus, termasuk lebih dari 172.000 orang dari Taiz.

PBB dan mitra kemanusiaan sejauh ini telah menjangkau sekitar 143.000 orang dengan bantuan darurat, termasuk makanan, perlengkapan kebersihan, dan bantuan tunai, menurut OCHA.

Pada Sabtu (10/10), pihak berwenang Taiz memperingatkan bahwa kelompok Houthi telah memperketat pengepungan terhadap provinsi tersebut, yang mengancam nyawa, keamanan, dan mata pencaharian lebih dari 6 juta penduduk.

Tentara Yaman meluncurkan Operasi "Dawn of Yemen" pada pekan lalu untuk memulihkan lembaga-lembaga negara dan mengakhiri kendali Houthi atas Sanaa.

Perkembangan tersebut merupakan bagian dari eskalasi militer sejak Juli dan menjadi eskalasi terbesar sejak masa tenang setelah gencatan senjata yang dimediasi PBB pada April 2022.​​​​​​​

Yaman telah dilanda perang sejak kelompok Houthi merebut Sanaa dan sebagian dari 22 provinsi di negara itu pada September 2014.

Akibatnya, koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi pada Maret 2015 guna mendukung Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Kelompok Houthi menguasai sebagian besar provinsi di wilayah utara dan barat, termasuk Sanaa, Saada, Amran, Dhamar, Al Hudaydah, Ibb, Al Mahwit, dan Raymah; sementara juga tetap menguasai sebagian wilayah di Hajjah, Al-Bayda, Marib, Al-Jawf, Al-Dhalea, dan Taiz.

Pasukan Pemerintah Yaman dan sekutunya menguasai Aden, ibu kota sementara Aden.

​​​​​​​Selain itu, Yaman juga menguasai sejumlah provinsi di bagian timur, yaitu Al-Mahra dan Hadramout; provinsi di bagian selatan, yaitu Shabwa dan Abyan; sebagian besar wilayah Lahj dan Al-Dhalea; serta sebagian wilayah Taiz, Marib, Al-Jawf, Hajjah, dan Saada.

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan