Untuk mendukung layanan kesehatan, Yayasan Al Qohhar menyiapkan dokter berpengalaman, klinik dokter umum dan dokter gigi, kunjungan rutin psikolog dan tenaga medis, serta akses ke rumah sakit spesialis. H. Robert juga merencanakan pembangunan rumah sakit agar penanganan anak-anak binaan lebih efisien.

Ketua Yayasan Al Qohhar, Kartono Warigogung menegaskan bahwa pendampingan tidak berhenti pada santunan.

"Dari awal amanatnya memang untuk mengurus anak yatim dan yatim piatu. Jadi bukan hanya soal memberikan santunan. Anak-anak ini punya banyak kebutuhan. Pendidikan, kesehatan, makanan, tempat tinggal, semuanya harus diperhatikan," kata Kartono.

Yayasan yang berdiri resmi pada 9 Juli 2003 ini bermula dari majelis taklim. Setelah guru Robert wafat, amanat untuk mengurus yatim dan lansia terus dijalankan. Selama 23 tahun, yayasan berkembang menjadi lembaga sosial, pendidikan, kesehatan, dan keagamaan. Saat ini, yayasan mendampingi lebih dari 1.232 anak binaan.

Bantuan pendidikan meliputi beasiswa, kebutuhan sekolah, renovasi rumah, hingga fasilitas pendukung seperti laptop, handphone, sepeda listrik, dan sepeda motor yang dapat diajukan sesuai kebutuhan. Pembinaan bakat meliputi les bahasa Inggris, jujutsu, renang, serta kerja sama dengan Universitas Binawan dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Lampung.