Merek es krim Yili, Cremo, juga semakin populer di kalangan konsumen Thailand. Dengan menyesuaikan produk terhadap preferensi lokal, Yili mengembangkan sejumlah varian, termasuk es krim berbentuk telinga kelinci serta produk yang menggunakan bahan seperti nata de coco dan pandan. Inovasi tersebut memperkaya pengalaman konsumen, mendapat pengakuan pasar, dan memperkuat kehadiran Cremo di Thailand.
Yili juga semakin terintegrasi dengan perekonomian dan komunitas lokal di Thailand. Saat ini, 80% bahan baku dan bahan penunjang Yili berasal dari sumber lokal, sementara karyawan asal Thailand mencapai 95% dari total tenaga kerja perusahaan. Pada Agustus lalu, Yili meluncurkan inisiatif untuk komunitas dan menyumbangkan 150.000 produk es krim Cremo kepada pemerintah Thailand. Langkah tersebut semakin menegaskan komitmen Yili terhadap tanggung jawab sosial perusahaan.