NADIKABAR.COM — Jakarta, Indonesia, (ANTARA/PRNewswire)- BCI, anak usaha Yingfa Ruineng, memperkenalkan fasilitas manufaktur, kapasitas produksi, dan peta jalan pengembangan teknologi di Indonesia dalam sebuah acara yang digelar di Jakarta. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi tahunan sebesar 7,5 GW untuk sel surya N-type TOPCon dan menjadi basis manufaktur pertama Yingfa Ruineng di luar negeri. Perusahaan menyiapkan fasilitas ini sebagai pusat pasokan regional yang melayani pasar Asia Tenggara, Timur Tengah, dan berbagai pasar internasional lainnya. Dalam acara tersebut, BCI juga memperkenalkan teknologi pasivasi half-cell, desain sel multi-cut, serta sel surya back-contact (BC).
Sekitar 80 perwakilan perusahaan dan lembaga menghadiri acara tersebut, termasuk perwakilan lembaga pemerintah Indonesia, yakni BKPM, EBTKE, dan IPAMP; asosiasi industri AESI dan APAMSI; serta pelanggan dari Indonesia dan negara-negara tetangga. President, Yingfa Ruineng, Zhang Min, dan General Manager, BCI, Xu Zhenyu turut hadir.
Menurut Yingfa Ruineng, pabrik BCI mendukung program pengembangan energi surya berkapasitas 100 GW di Indonesia, serta upaya pemerintah memperkuat industri manufaktur dalam negeri dan pemenuhan regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Yingfa Ruineng mengoperasikan empat basis manufaktur utama di Tianchang, Yibin, Mianyang, dan Indonesia dengan total kapasitas produksi efektif yang mencapai 51,5 GW. Dari jumlah tersebut, 45,5 GW merupakan kapasitas produksi sel surya N-type TOPCon. Pada 2025, pasar luar negeri menyumbang 40% dari total pendapatan perusahaan. Produk Yingfa Ruineng juga telah menjangkau lebih dari 20 negara dan wilayah.