NADIKABAR.COM — Singapura, (ANTARA/PRNewswire)- Yokogawa Engineering Asia ("Yokogawa") memperoleh hibah sebesar S$4,2 juta melalui program Energy Grid 3.0 Grant Call dari Energy Market Authority (EMA) Singapura. Program ini merupakan bagian dari Future Grid Capabilities Roadmap yang disusun EMA.
Sejalan dengan langkah Singapura yang beralih menuju energi terbarukan dan sistem energi rendah karbon, proyek ini akan mengkaji cara fasilitas industri dan aset energi terdistribusi dalam mendukung stabilitas jaringan listrik generasi baru, mempercepat dekarbonisasi, dan meningkatkan efisiensi ekonomi. Proyek ini juga akan membuka peluang baru bagi industri yang berpartisipasi.
Advanced Energy and Decarbonisation Office (AEDO), platform nasional yang berada dalam naungan Agency for Science, Technology and Research (A*STAR), bertindak sebagai pelaksana yang bertanggung jawab mengelola hibah tersebut. Tanggung jawab administrasi hibah ini beralih dari EMA ke AEDO pada 1 Agustus 2026. Program tersebut mendukung proyek bertajuk "Distributed Inertia Provision from Conventional and Inverter Interfaced Assets". Proyek ini menjadi pencapaian penting bagi Sustainability Incubation Hub milik Yokogawa yang diluncurkan di Singapura pada 2024 untuk mempercepat pengembangan dan inovasi bersama di bidang teknologi iklim. Yokogawa akan memimpin proyek percontohan pertama di Singapura yang menguji layanan stabilitas jaringan listrik di fasilitas pengolahan sampah menjadi energi. Proyek ini memanfaatkan teknologi sensor dan kendali canggih Yokogawa, serta melibatkan National University of Singapore (NUS), Singapore Institute of Technology (SIT), dan Rexus Bioenergy Pte Ltd (RExus).
John Chen, Direktur Eksekutif, AEDO, mengatakan, "Untuk mengatasi tantangan energi Singapura, industri dan komunitas riset perlu bekerja sama mengembangkan solusi yang dapat diterapkan di lapangan. Melalui pendanaan riset dan pengembangan (R&D) dari pemerintah, kami ingin mendorong kemitraan yang mengubah teknologi potensial menjadi penerapan praktis. Kolaborasi yang dipimpin pelaku industri, seperti proyek Yokogawa, menyatukan keahlian yang saling melengkapi untuk mempercepat inovasi energi, memperkuat kapasitas R&D Singapura, dan mendukung target dekarbonisasi jangka panjang."
Mendukung Target Net Zero Emission (NZE) dan Pesatnya Permintaan Listrik Singapura
Sektor ketenagalistrikan berperan penting dalam target Singapura untuk mencapai Net Zero Emission pada 2050. Saat ini, sektor tersebut menyumbang sekitar 40% dari total emisi negara tersebut. Seiring meningkatnya penggunaan sumber daya energi terdistribusi, sistem pembangkit listrik yang sebelumnya dikelola secara terpusat mulai beralih menuju ekosistem energi yang lebih cerdas, terdesentralisasi, dan saling terhubung. Menanggapi perubahan ini, EMA menetapkan arah pengembangan jaringan listrik melalui Future Grid Capabilities Roadmap yang mencakup riset, proyek percontohan, dan penerapan teknologi.