IRGC bersumpah akan memberikan pembalasan dan menghukum agresor, setelah menuduh AS melakukan aksi agresi yang menargetkan Pulau Larak.
Menurut IRGC, serangan terbaru AS tersebut memicu korban jiwa dan korban luka, baik di kalangan petempur maupun warga sipil Iran. Jumlah pastinya belum diumumkan.
Dalam pernyataannya, IRGC mengumumkan Pasukan Dirgantara mereka telah menargetkan pangkalan udara King Hussein dan Azraq dalam operasi gabungan yang melibatkan rudal dan drone pada Senin (31/8) dini hari waktu setempat.
Menurut IRGC, serangan tersebut menghantam infrastruktur teknis dan pemeliharaan serta mengenai area tempat jet-jet tempur ditempatkan. IRGC menyatakan serangannya telah menyebabkan "kerusakan parah".