Kementerian Dalam Negeri Yordania menyebut serangan bersenjata itu dilakukan oleh para ekstremis, namun mengatakan terlalu dini untuk menetapkan apakah mereka memiliki keterkaitan dengan kelompok militan yang dikenal baik di dalam maupun di luar Yordania.
Belum ada pihak atau kelompok mana pun yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan bersenjata itu.
Raja Yordania Abdullah II, yang menemui para korban serangan bersenjata itu, mengatakan dalam rapat Dewan Keamanan Nasional bahwa "keamanan dan keselamatan rakyat Yordania adalah garis merah". Raja Abdullah II juga menegaskan bahwa "tangan keadilan akan menjangkau setiap teroris".
Sementara Perdana Menteri Yordania, Jafar Hasan, menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari sejak Jumat (23/10) waktu setempat, dengan instruksi agar bendera dikibarkan setengah tiang di kantor-kantor pemerintah dan lembaga publik.