NADIKABAR.COM — YouTube baru-baru ini menyatakan memprioritaskan pembuatan rekomendasi Shorts kepada penggunanya dengan fokus pada konten-konten orisinal.
Keputusan itu tentu berdampak pada pengguna karena itu artinya pengguna mungkin bakal melihat lebih sedikit konten yang tidak orisinal.
Mengutip laporan 9to5 Google, Jumat (2/10) waktu setempat, Shorts memang dibangun menjadi platform yang mengumpulkan konten-konten berdurasi singkat dan menarik perhatian.
Potongan video dari konten-konten berdurasi panjang adalah salah satu cara termudah untuk menghasilkan Shorts dengan potensi penonton yang tinggi.
Dengan karakteristik konten tersebut tentu tidak jarang ditemukan kreator Shorts yang mengambil konten dari kreator mapan yang rajin membuat video berdurasi panjang dan membuat potongan videonya menjadi Shorts.
Keputusan YouTube yang memprioritaskan konten orisinal bakal menjadi solusi yang baik untuk para kreator yang kontennya dicuri oleh para kreator Shorts.
Pengaturan yang disesuaikan YouTube itu bakal mengubah jangkauan dari pengguna yang mengunggah konten secara terang-terangan mencuri video dari saluran lainnya.
"Untuk meningkatkan pengalaman Shorts bagi semua orang, kami memperbarui sistem rekomendasi kami untuk lebih memprioritaskan konten orisinal dan mengurangi jangkauan konten yang diunggah ulang dari kreator lain," demikian bunyi pernyataan YouTube.
Pemilihan kalimat YouTube dalam pernyataannya tampaknya menyiratkan bahwa Shorts yang tidak mengandung perubahan dari karya orang lain akan terpengaruh namun dengan sedikit kreasi dari kreator Shorts mungkin jangkauannya akan tetap sama, namun untuk hal itu belum ada batasan yang jelas yang ditetapkan.
Perubahan yang diambil YouTube itu seharusnya mendorong pengguna lebih banyak menikmati konten-konten orisinal, dan kreator yang mengunggah Shorts orisinal kemungkinan akan mendapatkan lebih banyak apresiasi.
Meski telah diumumkan, YouTube belum merinci secara jelas tanggal peluncuran perubahan ini. Tetapi sepertinya perubahan ini mungkin sudah diterapkan.
Penerjemah: Livia Kristianti