YPMAK juga membantu menyediakan kendaraan berupa motor. Motor tersebut digunakan untuk menjemput pakaian yang hendak dibersihkan.
"Motor ini upaya agar usaha ini lebih aktif jemput bola. Kalau cuma mau tunggu konsumen bawa sendiri barangnya itu nanti peluangnya malah bisa hilang,"ujarnya.
Ia berharap ke depannya usaha binatu dapat berkembang sehingga dapat membuka cabang baru di tempat lain. Adapun dua usaha binatu lainnya dikelola oleh orang asli Papua (OAP) dari Amungme dan Kamoro.
Leonardus berpesan agar pelayanan dilakukan dengan ramah senyum termasuk memberikan salam.
"Kami mengundang warga Mimika untuk datang apalagi ini dikelola keluarga besar kita dari orang Papua. Kami percaya dukungan warga akan membangun ekonomi daerah ini," ucapnya.