NADIKABAR.COM β Yayasan Tunas Bakti Nusantara (YTBN) menilai pembangunan layanan dasar di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak karena kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut masih beragam.
βKarena memang itu (kolaborasi) yang paling diperlukan. Jadi kami hadir di situ,β kata Sekretaris YTBN Assed Lussak dalam kegiatan temu media di Jakarta, Selasa.
Lebih lanjut, Assed menjelaskan terdapat tiga bidang yang menjadi perhatian YTBN di daerah 3T, yakni bidang sarana dan prasarana penunjang kesejahteraan masyarakat, kesehatan, dan pendidikan.
Untuk bidang pendidikan, ujar dia melanjutkan, YTBN antara lain berfokus pada jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama seperti melakukan renovasi gedung sekolah.
Sementara di bidang kesehatan, YTBN membangun fasilitas yang disebut Puskesmas Pembantu Plus atau Pustu Plus dengan konsep layanan kesehatan yang mencakup masyarakat dari bayi hingga lanjut usia.
βJadi semua ada dari layanan. Ibu dan anak, bayi melahirkan, kemudian pemeriksaan lansia itu ada semua,β ujarnya.
Ia mengatakan pembangunan fasilitas kesehatan tersebut juga membutuhkan keterlibatan beragam pihak, seperti pemerintah daerah agar layanan dapat terus berjalan setelah pembangunan selesai. Contohnya pada fasilitas Pustu Plus, YTBN membuat perjanjian dengan pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan tenaga kesehatan.
βMakanya tempat yang kami cari, kami memastikan pemerintah mau menerimanya. Karena itu efeknya akan ada di daerah mereka,β kata Assed.
Berikutnya, dia menyampaikan bahwa kolaborasi juga dilakukan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang lebih spesifik, termasuk penyediaan sumber air di wilayah yang mengalami keterbatasan akses air bersih.
Dalam pelaksanaannya, YTBN menggandeng berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, BUMN, hingga donatur. Dukungan tersebut diperlukan karena pembangunan layanan dasar di daerah terpencil tidak hanya membutuhkan infrastruktur, tetapi juga keberlanjutan layanan dan dukungan sumber daya.
Ia menambahkan, kebutuhan di setiap daerah tidak selalu sama sehingga pendekatan yang dilakukan perlu menyesuaikan kondisi masyarakat setempat. Oleh karena itu, kata dia, keterlibatan berbagai pihak dinilai penting agar pembangunan yang dilakukan dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih menyeluruh.