NADIKABAR.COM — Tekad kuat untuk membanggakan kedua orang tuanya diungkapkan oleh Yumika Phingkan Ayu, siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang kini serius menggeluti dunia tinju demi mengangkat derajat keluarga dari keterbatasan ekonomi.
Remaja berusia 16 tahun tersebut menceritakan perjuangannya selepas mengikuti penutupan acara perayaan satu tahun Sekolah Rakyat dan Sumpah Pemuda di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, di mana ia membagikan kisah haru di balik perjalanan hidupnya.
Sebelum bergabung dengan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 Kabupaten Bandung, Yumika sempat menghadapi masa-masa sulit ketika sang ibu jatuh sakit akibat stroke dan serangan jantung, setelah terbebani pikiran masalah biaya sekolah bagi empat dari tujuh anak-anaknya.
Kondisi tersebut semakin berat lantaran sang ayah harus berhenti mencari nafkah dari berjualan baju akibat hantaman pandemi COVID-19, sehingga memaksa Yumika untuk mengubur sementara impian sekolahnya dan bekerja serabutan di rumah orang lain demi membantu keluarga.
Harapan baru akhirnya muncul ketika tim dari Kementerian Sosial mendatangi kediamannya dan menawarkan program Sekolah Rakyat yang membebaskan seluruh biaya pendidikan, sekaligus memberikan bantuan modal usaha PPSE (Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi) bagi warung ibunya serta jaminan kesehatan BPJS.
Kini, setelah lebih dari satu tahun menjalani kehidupan asrama di kelas 11, Yumika menjadi siswi berprestasi yang berhasil menyabet gelar juara se-Jawa Barat dalam ajang kejuaraan bela diri tinju Fighter Reborn Bandung yang terafiliasi dengan KONI Jawa Barat. Kemenangan ini diraih setelah Yumika dilatih oleh guru olahraga di Sekolah Rakyat.