Sementara itu Rektor UI Heri Hermansyah mengatakan saat ini kita bisa merasakan sendiri bahwa satu nusa, satu bangsa, satu bahasa itu betul-betul sudah dapat dirasakan.​Bahkan mungkin bagi masyarakat yang berada di Jabodetabek, kadangkala lupa dengan bahasa daerah sendiri."Kita dari berbagai daerah tapi sehari-hari berbahasa Indonesia. Ini artinya Sumpah Pemuda 98 tahun lalu ini sudah mendarah daging," ujarnya.Rektor menekankan bagaimana Indonesia melihat ke depan yang terkait dengan kedaulatan.Saat ini kita tidak hanya bisa melihat Indonesia sebagai Indonesia, tapi juga melihat Indonesia dalam satu kerangka global, tatanan dunia. "Tentunya Indonesia ingin menjadi bangsa yang makmur dan menjadi bangsa yang betul-betul maju dengan kedaulatan teknologi dan kedaulatan ekonomi," demikian Heri.