Ayah Zayn, Fadli Ananda, mengaku bangga dan bersyukur atas keberhasilan putranya meraih gelar juara nasional pada usia 14 tahun. Namun, ia menegaskan bahwa proses belajar, pembentukan karakter, dan kedisiplinan lebih penting daripada sekadar hasil perlombaan.
"Kami sebagai orang tua tentu sangat bangga dan bersyukur. Yang paling penting bukan hanya hasil akhirnya, melainkan bagaimana Zayn menjalani prosesnya, belajar dari setiap pengalaman, dan terus membangun karakter yang baik," ujar Fadli.
Ia memastikan keluarga akan terus mendukung cita-cita Zayn dengan tetap mengutamakan pendidikan dan tanggung jawab. Fadli juga berharap putranya terus berkembang sebagai pembalap tanpa kehilangan sikap rendah hati.
"Doa kami, semoga Zayn selalu diberikan kesehatan, keselamatan, dan kesempatan untuk terus berkembang. Semoga prestasinya membawa kebanggaan bagi keluarga, Makassar, Sulawesi Selatan, dan Indonesia. Tugas kami sebagai orang tua adalah mendampingi, mendoakan, dan mengingatkannya agar tetap rendah hati," tutupnya.