NADIKABAR.COM — Setelah menjamu delegasi internasional di sebuah pusat kesehatan di Provinsi Hainan, China selatan, Hassan, seorang tenaga kesehatan asal Pakistan, mendengar pertanyaan dari salah seorang pengunjung yang tertarik untuk datang kembali membawa keluarganya untuk melakukan perawatan atau sekadar pemeriksaan kesehatan.
Bagi Hassan, pekerja Boao Yiling Life Care Center di Zona Percontohan Wisata Medis Internasional Boao Lecheng, pertanyaan semacam itu jadi santapan sehari-harinya dalam tugasnya menjembatani klien luar China dengan mitra penyedia layanan kesehatan di sana.
Lulusan Universitas Kedokteran Hainan itu kini memasuki masa kerja dua tahun sebagai dokter di rumah sakit afiliasi pertama universitas tersebut sebelum beralih dari praktik klinis ke bidang kerja sama kesehatan internasional.
Salah satu aspek dari sistem layanan kesehatan China yang membuat Hassan terkesan adalah betapa cepatnya pasien mendapatkan pemeriksaan dan perawatan, dibandingkan dengan masa tunggu yang lebih lama di beberapa negara lain.
Zona percontohan Lecheng, yang mendapat manfaat dari kebijakan khusus di bawah Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan, menarik semakin banyak pasien internasional.
Menurut pihak pengelola, zona percontohan tersebut telah menerima 863.500 kunjungan wisata medis dari Januari hingga September 2026, naik 84,59 persen secara tahunan (year on year/yoy). Dari jumlah tersebut, sekitar 10.700 merupakan pengunjung mancanegara, dengan pasien berasal dari 20 lebih negara dan kawasan.
Salah satu daya tarik utama zona tersebut adalah kerangka regulasi khususnya yang memungkinkan lembaga-lembaga medis di Lecheng untuk terlebih dahulu menggunakan obat-obatan dan alat kesehatan tertentu yang telah disetujui di luar negeri namun belum tersedia di daratan China, dengan syarat telah melalui prosedur persetujuan.
Hainan juga menawarkan fasilitas bebas visa hingga 30 hari bagi wisatawan yang memenuhi syarat dari 61 negara, termasuk mereka yang datang untuk menjalani perawatan medis.
Hassan percaya deretan kebijakan itu disertai akses untuk sumber daya kesehatan inovatif dan layanan yang mencakup pemeriksaan kesehatan hingga obat-obatan tradisional China, menjadi daya tarik tambahan bagi pasien internasional.
"Lecheng merupakan zona yang didorong oleh inovasi kebijakan," kata Fu Sheng, Direktur Administrasi Zona Percontohan Wisata Medis Internasional Boao Lecheng.
Menurut Fu, semakin banyak pasien yang mendapatkan akses terhadap obat-obatan dan alat kesehatan inovatif yang sangat dibutuhkan saat berada di zona tersebut, sehingga menjadikannya tujuan penting bagi mereka yang mencari perawatan semacam itu.
Daya tarik zona ini juga membuka peluang di luar sektor pariwisata medis. Sejak Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan meluncurkan operasi bea cukai khusus di seluruh pulau tersebut pada 18 Desember 2025, Hassan melihat meningkatnya minat perusahaan-perusahaan asing untuk mendirikan usaha di Hainan dan mengembangkan kemitraan dalam rujukan pasien.
Setelah tinggal di Hainan selama lebih dari 13 tahun, Hassan kini berharap dapat menjalin lebih banyak kemitraan di bidang kesehatan internasional, terutama antara China dan Pakistan. Dia melihat peluang kerja sama di bidang fasilitas medis, layanan kesehatan, dan transfer teknologi dalam kerangka Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra.
"Saya ingin menghubungkan seluruh dunia dengan sistem layanan kesehatan China," tuturnya.