Karena itu, para manajer diminta memprioritaskan fungsi pelayanan publik, terutama dalam memastikan ketersediaan dan penyaluran barang bersubsidi sesuai ketentuan dan tepat sasaran.

"Fokuskan KDKMP untuk menjalankan fungsi infrastruktur pemerintah yang menyalurkan barang bersubsidi kepada penerima yang berhak. KDKMP harus hadir sebagai layanan yang nyata bagi warga dan menjadi penghubung bagi hasil produksi desa ke pasar," kata Zulhas.

Untuk mengatasi kendala pasokan, Zulhas mendorong para manajer aktif berkoordinasi dengan Agrinas dan BUMN pemasok terdekat. Menurutnya, koordinasi langsung di wilayah dapat mempercepat pengecekan stok dan penyelesaian persoalan operasional.

Ia juga meminta manajer memanfaatkan PIC Area Agrinas sebagai penghubung, pendamping teknis, sekaligus kanal untuk meneruskan kendala. Menurutnya, penyelesaian masalah tidak harus selalu menunggu keputusan dari pusat karena prosesnya bisa memerlukan waktu.