Dalam kesempatan itu, Zulhas turut memaparkan peluang investasi hijau di tiga sektor, yakni pangan melalui pengembangan padi rendah emisi, persampahan melalui pengolahan sampah bernilai ekonomi, dan kelautan melalui pengembangan karbon biru atau blue carbon. Dia juga mengajak pelaku usaha global menjajaki proyek yang dapat berkontribusi membantu menutup kebutuhan pembiayaan aksi iklim Indonesia sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mempertemukan kebutuhan pembiayaan aksi iklim dengan proyek yang dapat dijalankan di lapangan. Indonesia membutuhkan kemitraan yang mendukung penurunan emisi sekaligus meningkatkan produksi pangan, memberi manfaat bagi petani dan nelayan, serta menyelesaikan persoalan sampah," tutupnya.