Pangkalpinang, Babel - Bank Indonesia (BI) mencatat volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencapai sekitar 2,9 juta transaksi hingga Juli 2026.
Deputi Gubernur BI Ricky Perdana Gozali di Pangkalpinang, Jumat, mengatakan transaksi tersebut ditopang pertumbuhan penggunaan pembayaran nontunai yang semakin luas di masyarakat dan pelaku usaha.
"Hingga Juli 2026, jumlah merchant QRIS telah mencapai lebih dari 196 ribu merchant dengan lebih dari 262 ribu pengguna dan volumenya mencapai sekitar 2,9 juta transaksi," katanya dalam kegiatan Explore Babel 2026 di Pangkalpinang.
Menurut Ricky, mayoritas merchant QRIS di Babel berasal dari pelaku usaha mikro dengan jumlah sekitar 125 ribu merchant, sedangkan usaha kecil mencapai sekitar 30 ribu merchant.
Data tersebut menunjukkan digitalisasi pembayaran semakin menjadi bagian dari aktivitas ekonomi pelaku usaha kecil dan mikro di Bangka Belitung.
Selain perkembangan pembayaran digital, Babel juga memiliki basis UMKM yang besar.
Ricky menyebut lebih dari 132 ribu UMKM daerah itu menghasilkan beragam produk, mulai dari olahan hasil laut, kerajinan, fesyen hingga tenun.
Ia mengatakan potensi tersebut perlu diikuti dengan peningkatan kualitas dan kemasan produk, akses pembiayaan, pembayaran digital, serta perluasan pasar agar UMKM dapat naik kelas.
Di sisi lain, perekonomian Babel pada triwulan II 2026 tumbuh 4,1 persen secara tahunan, sementara ekonomi nasional tumbuh 5,29 persen.
"Di sisi lain, aktivitas pertambangan timah dan ekspor komoditas unggulan masih menghadapi tantangan sehingga diversifikasi ekonomi dan peningkatan nilai tambah menjadi kebutuhan bagi daerah," ujarnya.
Ricky mengatakan pertumbuhan ekonomi Babel antara lain ditopang sektor konstruksi, penyediaan akomodasi dan makan minum, serta kinerja pertanian dan perdagangan yang didukung komoditas kelapa sawit dan perikanan.
Sedangkan inflasi Babel pada Juli 2026 tercatat 2,62 persen secara tahunan dan masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional.
Ia mengatakan Explore Babel menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan pasar sekaligus mendorong transaksi, kolaborasi, dan pengembangan produk lokal.
"Di sinilah Explore Babel hadir sebagai ruang transaksi, kolaborasi dan penciptaan dampak," katanya.
Explore Babel 2026 menghadirkan lebih dari 100 UMKM dengan beragam produk unggulan sekaligus mengangkat sektor pariwisata, kuliner halal, ekonomi hijau, dan keberlanjutan lingkungan.
BI, kata Ricky, akan melanjutkan sinergi dengan pemerintah daerah dan mitra strategis untuk menjaga inflasi, memperluas digitalisasi sistem pembayaran, mengembangkan UMKM dan ekonomi keuangan inklusif, serta mendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.