Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Jepang Dihantam Malapetaka, Langsung Evakuasi 380 Ribu Warga

NadiKabar Biro
Jepang Dihantam Malapetaka, Langsung Evakuasi 380 Ribu Warga
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Jepang Dihantam Malapetaka, Langsung Evakuasi 380 Ribu Warga.

Jakarta, CNBC Indonesia - Hujan deras yang memicu banjir bandang dan tanah longsor melumpuhkan wilayah prefektur Ishikawa dan Toyama di Jepang bagian tengah utara pada hari Kamis. Bencana cuaca ekstrem ini membuat banyak jalan ditutup serta menjebak warga di dalam rumah dan kendaraan mereka yang terendam air.

Mengutip Channel News Asia (CNA), Jumat (27/8/2026), Badan Meteorologi Jepang telah menetapkan peringatan hujan lebat Level 5 untuk beberapa bagian di prefektur Ishikawa dan Toyama. Badan tersebut memprediksi curah hujan dapat menembus 20 sentimeter (7,8 inci) di kawasan Kaga dan Noto hingga hari Jumat pagi sehingga pemerintah daerah secara tegas mendesak lebih dari 380.000 penduduk untuk segera berlindung ke dataran yang lebih aman.

Rekaman dari stasiun televisi publik NHK memperlihatkan momen dramatis penyelamatan warga yang terjebak di kota Himi, prefektur Toyama. Para petugas penyelamat tampak mengevakuasi warga dengan perahu karet sembari menerjang banjir setinggi lutut, di mana sejumlah kendaraan yang telanjur mogok di jalanan terpaksa ditinggalkan begitu saja oleh pemiliknya.

Dampak kehancuran serupa juga menghantam prefektur Ishikawa di sebelah barat Toyama. Sebanyak 270 rumah di tiga kotamadya dilaporkan ikut terendam banjir, bersamaan dengan tanah longsor yang memutus sejumlah akses jalan raya. Di samping itu, perusahaan Hokuriku Electric Power Co mencatat adanya pemadaman listrik yang merugikan lebih dari 1.000 rumah di wilayah Toyama dan Ishikawa akibat cuaca ekstrem ini.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihara, membenarkan parahnya terjangan air bah yang melumpuhkan kedua wilayah tersebut meskipun belum ada laporan korban fisik dari warga sekitar. "Beberapa sungai di dua prefektur tersebut telah meluap dan membanjiri banyak rumah tanpa ada laporan korban luka," papar-nya.

Tragedi ini kian memperparah duka bencana alam di negara kepulauan tersebut. Sebelumnya pada awal bulan ini, curah hujan yang lebat dan banjir parah juga sempat menenggelamkan wilayah prefektur Chiba di sebelah timur Tokyo, dan menelan sedikitnya 13 korban jiwa.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia